Akhir tahun kemaren Alhamdulillah saya mendapat kesempatan liburan ala-ala keluarga nekad (baca: budget terbatas) selama 2 minggu ke beberapa kota di timur Eropa+Belgia. Karena travelling bersama krucils yang lagi lasak-lasaknya, jadi lumayanlah 'seru'nya, hehehe.

So, walaupun udah banyak yang sharing, kalau boleh saya pengen nambahin TIPS JALAN-JALAN ALA FAMILY BUDGET TRAVELER berdasarkan pengalaman sendiri.

Persiapan Mental

Ini yang paling krusial, karena kalau gak siap mental, dijamin jalan-jalannya gak bakal fun. Tips sekeren apapun gak bakal mempan, kalau kita as parents can’t deal and calm down ourselves.

  1. Mau repot
    Kalau dana terbatas, otomatis jalan-jalan harus menyesuaikan ke budget yang kita punya. Ingin itu-itu, mau begini begitu boleeh..tapi inget lagi cyiin duitnyaaa..Hati kudu didamai-in ama kantong, qiqiqi.. Kerepotan yang menyenangkan akan dimulai dari memilih maskapai tarif murah a.k.a low cost carrier sampeeee memilih tempat penginapan yang listnya segambreng tapi most of the time harus dimulai dengan menekan drop down list from ‘lowest price to the highest’ hahaha.

  2. Siap ribet dan riweuh
    Naaaaah, banyak orang batal jalan-jalan karena di pikirannya udah takut ribet ama anak. Takut anak rewel di pesawat, takut kalau si anak nangis kejer lalu mengganggu penumpang lain, dan jeng jeeeeng…semua mata akan tertuju sama mak bapaknya. Trus takut tiba-tiba di jalan anak mau BAK or BAB ribet nyari toilet, takut anak tertular virus dan bakteri di negara orang, takut anak bosen, takut anak cape di jalan trus mutung jadi merusak suasana, dan lain sebagainya.

  3. Siap capek
    Jalan bawa anak jelas gak akan sama dengan jalan sendiri ala backpacker. Kalau jalan sendiri, bawaan bisa diminimalisir sedemikian rupa, 1 backpack dora(emon) juga jadi, kapan dan dimana saja bisa berhenti, bisa molor sampe ngorok di pesawat, bisa nonton sepuas-puasnya, bisa moto-moto sesuka hati, bisa tidur di stasiun atau ruang tunggu bandara dan bisa pake kereta malam sering-sering biar budget hotel bisa diteken, dll. Kalau bawa krucils, lain lagi ceritanya. Gak sefleksibel itu juga. Gile lo, gak secepat itu juga kali ngenalin kerasnya kehidupan sama anak-anak.wkwkwkw..

    Udah harus siapin energi ( banyak makan maksudnya) kalau tiba-tiba anak ngambek, tiba-tiba gak mau duduk di stroller, tiba-tiba pengen beli itu, tiba-tiba baru duduk, udah bosen pengen jalan-jalan hilir mudik di pesawat, mau gugulingan di lantai, dan tiba-tiba lainnya.

    Stok sabar harus disiapin dari rumah lalu terus direfill selama di perjalanan. Gimana caranya tetep senyum walau lelah melanda. Gimana caranya kalem dan tenang kalau anak udah mulai capek dan merengek. Karena kalau Bapak Ibu ikutan rarungsing, apakabarnya anak-anak? Kira-kira bisa dibayangkan yaa

    Kerjasama bapak ibu dan rekan-rekan sekalian teramat sangat diperlukan, supaya bisa saling menyemangati jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ( tapi sudah diperkirakan) seperti di atas.

  4. Siap rugi
    Penerbangan dan hotel murah biasanya non-refundable alias duit hangus/gak bisa dibalikin. Worst case passport telat jadi, visa gak diapproved, tiba-tiba ada urusan penting, yang membuat rencana batal, ya wassalam..

    Duit hilang udah kudu diikhlasin sambil berdoa diganti yang banyak sama Allah. Nyesek? ya iyaaaaa..manusiawi itu mah, haha..tapi apa boleh buat. Manusia berencana, Tuhan juga yang menentukan.

Setuju atau enggak, at least beberapa poin itu dulu pernah jadi ketakutan saya dan suami sih, sampe akhirnya ngalamin sendiri. Bukankah selalu ada yang pertama dalam hidup ini? wkwkwkwk..
Yuk ah lanjuuuut…

Persiapan Teknis

  1. Memilih estimasi waktu keberangkatan
    Jika anak belum sekolah, masih agak fleksibel, tinggal cek jadwal cuti bapak ibu, lalu ajukan pada pak bos di kantor ( yang punya perusahaan sendiri, tentunya ini bisa diskip, wkwkkw)
    Nah kalau anak udah sekolah, pilihan waktu makin sempit which is hari libur ajah.
    Musim libur harga tiket dan hotel mahal? Iya banget! Apalagi kalau bookingnya mepet.
    Jadi, harus pakai jurus nekad pesen jauh-jauh hari seperti mau mudik lebaran ( ke Padang)

    Tips: langganan newsletter dan subscribe website penerbangan, gabung grup travelling supaya up to date sama promo

  2. Memilih tujuan wisata
    Saya dan suami punya list impian tempat yang ingin kami kunjungi dari awal nikah dulu, hueeek…hehe..Satu persatu Alhamdulillah udah kesampean. Ini kudu disepakati di awal, karena tetep aja beda kepala beda pengennya kan? Ditambah anak saya sekarang yang udah diikutkan dalam musyawarah keluarga. Nambah lagi listnya. BUT…kebanyakan dream destinations ini akhirnya berujung pada harga tiket paling murah, buahahaha..‪#‎gak‬ konsisten amat sih..

  3. Memilih maskapai penerbangan
    Setelah nomor 2 ditentukan, lanjuut cek skyscanner.net, apalagi kalau bukan membandingkan harga tiket yang ditawarkan.
    Pilihan saya dan suami gak selalu jatuh pada yang paling murah, karena ada beberapa hal yang jadi pertimbangan kami, seperti lama transit, lama perjalanan dan kenyamanan dalam pesawat.

    Kalau harga economy classnya sebuah maskapai besar gak terlalu beda jauh dengan low cost airlines ( cek di sini penerbangan murah ) durasi transitnya gak terlalu singkat/terlalu lama, itu akan jadi pertimbangan tersendiri bagi kami. Karena lagi-lagi kalau bawa anak, faktor kenyamanan tetap harus diperhatikan.

    Ngomong-ngomong berburu tiket murah, saya loh pernah dapat tiket nol rupiah ke Singapore (masih ada gak tuh sejuta free seatnya airasia?) dan tiket gak sampe 2juta pulang pergi ke Tokyo, haha..padahal mah waktu ngebook, duit buat jalan-jalannya belom ngumpul. Motto kita, ambil aja dulu, ntar ada rejekinya
    tongue emoticon

    Kesempatan gak datang 2x, kalaupun datang lagi, biasanya gak semurah yang pertama, ‪#‎eaaaaa‬

  4. Memilih tempat penginapan
    Jaman masih single, dimana aja sih asik-asik aja. Pilihan pertama biasanya ya hostel. Tapi kalau udah berkeluarga gini , harus naik kelas dikit ke hotel bintang-bintangan. Langganan mesen hotel ya agoda, booking.com, dan temen-temennya. Kalau beruntung bisa dapat hotel bintang 4 atau 5 di last minute.com.

    Pilihan lain selain hotel adalah apartemen. Belakangan kami memilih ini, biar irit. Bisa masak dan nyuci-nyuci syantik.

    Option selanjutnya? Numpang di tempat temen/saudara deket.Kalau engga deket2 banget, ini akan dicoret dari list. Karena sejujurnya saya dan suami takut merepotkan, takut gak bisa berekspresi sesuka hati. Banyak yang harus dijaga dan diawasi. Jadi daripada daripada, mending nyari penginapan aja.

  5. Membuat itinerary

    It’s a must! Luangkan waktu untuk corat coret, baca-baca, dan searching2. Apalagi kalau pengennya mampir ke banyak tempat, budget miring dalam waktu yang singkat.
    Jangan sampe setelah pulang nyesel gak sempat ke suatu tempat karena persiapannya gak matang. Atau jangan sampai waktu habis di jalan karena kebanyakan nyasar dan muter-muter, hihi. Emang sih yang namanya nyasar gak bisa dihindari 100%,karena disitulah seninya travel sendiri ke tempat baru, tapi bisa diminimalisir lah yaa.. Namanya bawa anak, mood mereka gak selalu bagus.Kesian kan kalau nyasar melulu. Toh bapak Ibu tidak sedang mengajak anak main di labirin kan?:)

    Google map akan sangat membantu, tapi kalau ancer2nya gak disiapin dari sebelum berangkat, akan makan banyak waktu juga.

    Gimana biar efisien? Selain akses menuju tempat wisata, list toko/restoran dan alamatnya harus disiapkan. Gak jarang waktu habis buat nyari-nyari sajenan buat perut. Syukur-syukur gampang nemu makanan halal, kalau enggak, bisa diakali dengan menyiapkan bekal sendiri dari penginapan atau suruh perut nasi adaptasi dengan roti/kentang atau menu vegetarian.

    Banyak contekan itinerary dan sharing pengalaman traveller di mbah google dan grup-grup jelajah dunia buat referensi. Tinggal disesuaikan dengan pola travelling keluarga.
    Selipkan tempat kesukaan anak seperti play ground atau park-park gratis ataupun berbayar biar mereka juga enjoy.
    Sosialisasikan sejak dari rumah jadwal jalan-jalan, kemana, naik apa dan berapa lama.
    Set aturan selama perjalanan dan beri tanggungjawab sendiri untuk barang bawaan mereka.

  6. Menyiapkan perlengkapan yang akan dibawa
    Sebelum kalap mau bawa baju segudang, cek dulu baggage allowance ya. Baca yang detail, pastikan semua terms and conditionnya dipahami. Jangan sampai kelebihan, bagasi, harga sekilonya bisa ngelebih-lebihin harga tiket. Kalau ditulis hanya boleh bawa 1 tas ke kabin, mbok ya 1 aja, jangan coba-coba bawa 2, karena yg kedua bakal kena charge, haha.. ( pesawat murah nyari duitnya di bagian yang kelupa-lupaan ini)

    Bawa pakaian seperlunya, gak usah heboh, kalau bisa yang mix and matchable
    Mau travelling kan ya, bukan pindahan

    Cek temperatur tempat tujuan, biar gak saltum. Jangan lupa bawa obat-obatan keluarga, mainan anak, dan sedikit cemilan.
    Kalau mata uang negara yang dituju? gak usah diingetin lah ya.. Secukupnya juga, beli magnet ama postcard lah minimal, wkwk ‪#‎magnet‬ lagiii magnet lagi, saya banget ini mah.

    Hmm..apalagi ya? Ya udah deh, segitu dulu tips tipsnya, takut kepanjangan.
    Ditunggu saran, sharing, masukan dari pembaca yang budiman
    kiss emoticon

    Ready to pack your stuff and have a go?:)

    cerita lengkap di sini

Sumber Itenary:

Itenary perjalanan wisata ini dibuat oleh Media Putri Yohana melalui Grup Facebook Backpacker Dunia pada Tanggal 18 Januari 2016


Koleksi Foto oleh Media Putri Yohana