Itenary Tour Beijing Solo Backpacker 10 Hari

Sharing Pengalaman Solo Backpacking KL-Beijing 10 hari

Itenary Tour Beijing Solo Backpacker 10 Hari - Sejujurnya saya pergi Solo Backpacking KL-Beijing 10 hari tanpa itenary, saya hanya mencatat tempat mana saja yang harus dikunjungi di Beijing lalu saya putuskan secara mendadak mana yang lebih dulu ingin saya kunjungi berdasarkan dekat-jauhnya tempat dari hostel dan juga kondisi fisik.

Hari ke-1

  • Flight dari Palembang-Kuala Lumpur (KL).
  • Sampai KLIA 2 tarik uang di ATM, naik Aerobus tujuan KL sentral (11 RM).
  • Naik monorel dari mall Nu sentral ke bukit bintang (2,5 RM).
  • Check in di Paradiso Guesthouse (76 RM/2 malam booking lewat booking.com).
Mall Bukit Bintang - Beijing
Mall Bukit Bintang - Beijing

Jalan-jalan ke berbagai mall di Bukit Bintang untuk membeli perlengkapan baju winter. Low Yat Plaza (mall khusus gadget dan komputer), Sungei Wang, Berjaya Time Square, Lot 10, Fahrenheit dan Pavilon (mall barang branded). Akhirnya pilihan saya jatuh ke outlet Uniqlo dengan harga lebih terjangkau tapi kualitas barang keperluan winter sangat bagus.

Wisata Kuliner Jalan Alor Beijing
Wisata Kuliner Jalan Alor Beijing

Malam hari wisata kuliner di Jalan Alor, ada dua kedai halal disini bisa dilihat dari tulisan halal di display kaca, selain itu banyak juga yang menjual buah-buahan, berbagai jenis es seperti air mata kucing dan coconut ice cream. Sebaiknya makan disini bersama teman-teman atau keluarga karena porsi makanan cukup besar dan harganya cukup mahal (mulai dari 10 RM).

Makan malam dengan kebab ayam yang dijual dekat hostel seharga 5,5 RM.

Hari ke-2 - Itenary Tour Beijing Solo Backpacker 10 Hari

Pagi-pagi ke Chowkit naik monorel dari Bukit Bintang stop di stasiun Chowkit, sarapan di warung kopi lokal dengan menu andalan teh tarik dan roti cane kuah kari seharga 2,5 RM. Chowkit adalah area di KL yang banyak dihuni oleh orang Indonesia, tidak heran banyak sekali unsur Indonesia ada disini termasuk penjual batu akik dan gerai provider seluler merah hehehe. Saya sengaja ke sini untuk mengunjungi pasar tradisional di Chowkit, banyak sekali makanan Indonesia dijual disini, saya sampai kalap jajan.

Itenary Tour Beijing Solo Backpacker 10 Hari

Siang hari ke Mid Valley Mall, cara ke sini dengan naik KRL laluan Kelana Jaya stop di stasiun Bangsar hanya satu stasiun dari KL Sentral, turun stasiun ambil ke kiri, turun ke bawah nanti ketemu tempat menunggu bus yang banyak taxi parkir berjejer, menunggu shuttle bus khusus mengantar ke Mid Valley Mall sekitar 15 menit, nanti di turunkan di pintu mall yang ada tulisan Plan B. Mall Mid Valley ini sangat luas ditambah menyambung ke Garden mall, berbagai outlet seperti Zara, Mango, Sephora, Uniqlo, Forever 21 dll ada disini termasuk AEON, jadi perlu waktu seharian jika ingin keliling mall ini, pulang saya kembali ke tempat awal menunggu di pintu Plan B. Bisa juga ke mall ini dari KL sentral naik KTM tapi saya tidak naik KTM jadi tidak bisa sharing.

Hari ke-tiga - Itenary Tour Beijing Solo Backpacker 10 Hari

Check out dari hostel jam 12 siang, menukar ringgit ke yuan di Money Changer KL Sentral, ternyata lebih murah MC di Bukit Bintang, saya hanya membawa uang 900 yuan untuk ke Beijing selama 6 hari.

Berangkat ke Beijing flight AA jam 19.00 malam sampai Beijing jam 2 Pagi, pakai baju winter di toilet, toilet bandara bersih. Tidur di bandara sambil menunggu pagi.

Hari ke-empat- Itenary Tour Beijing Solo Backpacker 10 Hari

Pagi jam 6 ke KFC bandara untuk membeli minuman hangat (adanya cuma kopi, 17 yuan, mahal hiks), sarapan dengan biskuit yang saya bawa dari Palembang ternyata masih lapar.

Itenary Tour Beijing Solo Backpacker 10 Hari

Jam 7 pagi naik Airport Express Train (25 Yuan) stop di stasiun Dongshimen, beli kartu Yikatong (Beijing Smart Card) sejenis dengan Ez-Link Card seharga 50 Y, saldo 30 Y, deposit 20 Y yang akan dikembalikan ketika mengembalikan kartu

Naik subway line 5 menuju Zhangzizhonglu stasiun Exit C menuju Dragon King Hostel, titip ransel karena masih jam 8 pagi belum bisa check in musti nunggu sampe jam 12, akhirnya saya jalan-jalan dulu berhubung tidak ada rencana dan masih lapar saya naik subway stop di stasiun terdekat yaitu Dongsi stasiun, keluar ambil exit sembarang kebetulan saya ambil exit B dan taraa saya ketemu pasar kaki lima lokal yang jual segala macam mulai dari sayuran, buah-buahan, bumbu dapur, jajanan hangat, baju, barang second dan lain-lain. saya membeli buah-buahan yaitu anggur, apel dan pisang untuk persediaan, harga anggur sekilo cuma 6 Y saja.

Check in di Dragon King Hostel mix dorm (620 ribu utk 6 malam deposit 100 yuan)

Ke Tiananmen Square, Forbidden City, Taman Forbidden City dan The Egg (National Performing Art Building). Naik subway line 1 stop di stasiun Tiananmen West Exit C, foto-foto di Tiananmen Square dan Monumen Pahlawan Rakyat. Menyebrang ke Forbidden City lewat bawah tanah, Forbidden City ditutup (tidak tahu apa sebabnya mungkin karena tanggal 31 Desember dan sudah sore) jadi cuma foto di depannya saja. Disamping Forbidden City ada taman dengan tiket masuk 3 yuan saja jadi saya mengeksplore taman ini. Selesai dari taman saya berjalan menyebrang lewat bawah tanah lagi menuju gedung The Egg dan ingin mengambil foto saat sunset dan malam hari jadi saya melewatkan prosesi pertukaran penjaga Tiananmen pas sunset, sayang sekali padahal penjaganya tampan dan gagah hehehe (prosesi pertukaran saat sunrise dan sunset).

Itenary Tour Beijing Solo Backpacker 10 Hari

Wangfujing Street dan Donghuamen Street

Ada outlet-outlet branded, Mall of Beijing, restoran muslim, KFC, restoran, 2 toko buku (Wangfujing Bookstore dan Foreign Language Bookstore). Toko-toko yang menjual souvenir dan jajanan khas seperti sate serangga, permen buah tusuk dan lain-lain ada di gang kecil sebelah kiri ditandai dengan gapura jadi kalau tidak teliti gang ini akan terlewat. Toko yang saya rekomendasikan adalah Miniso tiruan toko Daiso Jepang barang yang dijual berkisar 10 Y mulai dari kosmetik, asesoris, keperluan traveling dsb. Semua barangnya lucu-lucu, unik dan murah.

Itenary Tour Beijing Solo Backpacker 10 Hari

Donghuamen Street ada di sebelah kiri di ujung jalan Wangfujing, disini tempat wisata kuliner kaki lima, beberapa kedai halal dengan penanda tulisan Arab di kedainya, yang harus dicoba adalah sate dombanya seharga 10 Y tapi bisa kamu tawar sampai 5 Y.

Hari ke- 5 - Itenary Tour Beijing Solo Backpacker 10 Hari

Pagi-pagi keliling jalan kaki ke area sekitar hostel, masuk keluar hutong (gang) dan perumahan penduduk, melihat kehidupan masyarakat Beijing di pagi hari, di gang-gang ini saya melihat toko kelontong atau warung lokal, rumah makan lokal, toilet umum, kantor, rumah penduduk dan juga restoran muslim Uygur. Sepeda, motor dan bajai lewat, kendaraan bermotor menggunakan tenaga listrik sehingga tidak ada suara berisik dan polusi.

Karena saya tak punya itenary saya putuskan hari ini ke masjid Niu Jie karena kebetulan hari jumat, saya ingin melihat aktivitas sholat jumat di masjid tertua di Beijing. Cara ke masjid ini naik subway line 2 stop di stasiun Changchun Jie keluar exit B2 belok kiri akan bertemu zebra cross seberangi zebra cross dan jalan lurus sekitar 20 meter maka akan bertemu halte dimana bus nomor 10 lewat, naik bus dan bilang sama kondektur untuk berhenti di halte Niu Jie, yaitu sekitar 4 x stop dari halte pertama. Jika keluar dari exit C atau D maka bisa berjalan kaki sekitar 1,5 KM dengan jalan lurus saja (exit C jalan kemudian ke arah kiri kalau melalui exit D jalan ke arah kanan).

Saya naik bis nomor 10 perginya dan pulangnya saya jalan kaki karenasaya  ingin lebih dekat mengenal kawasan daerah Niu Jie (sebenarnya karena saya  tidak tau bagaimana untuk pulang balik arah, ingin naik bis nomor 10 lagi dari arah sebaliknya tapi tak terlihat, mungkin rutenya berbeda). Masjid ini seperti kuil bangunannya, jadi dari luar tidak akan tahu kalau ini masjid, antara tempat sholat laki-laki dan perempuan dipisah gedungnya. Di sekitar masjid banyak tempat makan muslim dan toko-toko muslim, jajanlah sepuasnya disini bila perlu bungkus makanan untuk persediaan. Rasa makanan di kawasan ini sangat enak, saya membeli sayap ayam panggang (8 Y), mie hitam rebus (10 Y) dan roti selebar piring (8 Y)

Ke Qianmen Street di sore hari

Naik subway line 2 turun di stasiun Qianmen exit Southwest atau Southeast. Keluar stasiun nanti akan melihat gate tinggi warna merah dan abu-abu, ikutilah banyak orang berjalan kearah sana. Kawasan ini ditutup untuk kendaraan jadi kita bisa puas berjalan kaki. Jadi Qianmen Street ini tempat belanja yang toko-tokonya jejeran bangunan tua yang dilestarikan dan diubah menjadi pertokoan cantik, ada trem disini, jalannya lebar, bersih dan banyak tempat duduk di pinggirnya. Menurut saya Qianmen street ini lebih bagus dari Wangfujing street. Ada madame Tussaud, outlet-outlet branded, Mc.D, KFC, restoran bebek panggang yang ramai, kedai minum teh, toko obat herbal bahkan ada rumah sutra. Toko-toko suvenir disini lebih tertata dibandingkan Wangfujing, pokoknya saya lebih menikmati berjalan-jalan di Qianmen Street.

Hari ke-6 - Itenary Tour Beijing Solo Backpacker 10 Hari

Badaling great wall

Meskipun orang bilang Badaling banyak pengunjung sehingga susah dapat foto yang bagus tapi saya tetap memilih ke sini karena saya solo backpacking dan Badaling merupakan rute terdekat, termudah dan termurah bagi saya untuk ke Great Wall. Cara ke sini bisa naik bis atau naik kereta api. Saya memadukan keduanya, perginya naik kereta api pulangnya naik bis no 919. Jika naik kereta api maka caranya adalah dengan naik subway line 2 kemudian stop di stasiun Xizhimen, di stasiun Xizhimen ini merupakan stasiun besar karena beberapa line subway transfer di stasiun ini. Saya keluar menuju exit North Railway Stasiun ada panah maupun petunjuk jelas menuju North Railway Stasiun jadi gak bakal kesasar. Antrian sudah mengular saat saya datang sebelum jam 9 pagi, jam 9 lewat pintu antrian dibuka untuk masuk stasiun, kartu Yikatong di tap di mesin jika tak memiliki kartu harus membeli tiket dulu (saya tidak tau dimana membeli tiket karena saya tap pakai kartu). Biaya kereta api cuma 6 yuan. Setelah masuk stasiun antri lagi menunggu kereta datang, pintu peron belum dibuka setelah menunggu satu jam lebih pintu peron baru dibuka dan semua orang berlari-lari untuk berebut kursi kereta api, sungguh pengalaman yang seru harus lari di musim dingin hehehe, alhamdulillah saya dapat kursi.

Perjalanan ke Badaling sekitar satu jam, setelah turun dari kereta harus berjalan sekitar 1 KM menuju gerbang masuk Great Wall, jika ingin ke toilet yang lebih bersih pilih toilet ke arah mendekati gerbang jangan di dekat toko-toko suvenir atau penjual sertifikat/medali Great Wall. Harga tiket masuk Great Wall 35 Y. Naik dan berjalan ke Gerat Wall tidaklah mudah, tangganya lebar, curam dan kemiringannya tinggi dan dibutuhkan fisik yang kuat dan bugar jika ingin sampai ke tower tertinggi. Alhamdulillah saya berhasil sampai ke tower tertinggi.

Pulangnya saya ingin merasakan pengalaman berbeda, tidak ingin naik kereta karena lama menunggu di stasiun akhirnya saya naik bis no 919 (biaya 6 yuan kayaknya saya lupa soalnya di tap dari kartu) tujuan Dongshimen karena tidak tahu ada shuttle bus no 000 ke terminal bus Badaling Great Wall saya jalan kaki sejauh 1,5 km (bisa dibayangkan betapa capeknya dari naik turun Great Wall sampai jalan ke terminal melewati jalan raya yang sepi di udara dingin hiks..hiks kaciaaan).

Menunggu sekitar 15 menit akhirnya bus no 919 datang, malangnya saya gak dapat tempat duduk, berdiri di bus sekitar 1 jam (Great Wall telah menempa saya menjadi perempuan wajah keibuan tapi kaki kebapakan hahaha). Sampai di terminal terakhir Dongshimen (ada gate abu-abu tinggi dan besar), saya bertanya ke warung kecil dimana subway terdekat, untunglah ada cewek yang juga akan berjalan menuju subway Jishuitan line 2 (dari terminal tadi kearah kiri ke jalan yang ada jalan fly overnya) ternyata stasiun ini cuma beda satu stasiun dari stasiun Xizhimen. Jadi terserah anda ingin naik bis atau naik kereta api.

Jika ingin naik bis perginya berarti naik subway line 2 stop di stasiun Jishuitan exit B jalan kearah kiri, jangan naik bis yang dekat pintu exit stasiun. Jalan kaki susuri jalan yang diatasnya ada fly over sampai ketemu gate abu-abu besar dan tinggi disanalah bus 919 parkir. Naik kereta kekurangannya lama mengantri dan menunggu kereta datang, kelebihannya praktis dan mudah. Perlu waktu seharian berkunjung ke Badaling Great Wall ini keluar jam 8 pagi sampai ke hostel jam 6.30 malam.

Hari ke-7- Itenary Tour Beijing Solo Backpacker 10 Hari

Beihai Park harga tiket masuk 10 Y, kalau ingin masuk tempat-tempat tertentu di dalam taman bayar lagi 5 Y. Saya cukup beli tiket masuk saja.

Cara ke sini naik subway line 6 stop di stasiun Beihai North Exit B jalan lurus sekitar 200 meter nanti ketemu Sichahai Sport School dan beberapa meter melangkah akan bertemu jalan kearah bawah tanah untuk menyeberang ke Beihai Park. Taman ini memiliki beberapa pintu masuk dan naik subway line 6 ini akan membuat kita masuk lewat pintu utara.

Beihai Park sangat luas perlu berjam-jam jalan kaki untuk bisa mengelilinginya. Selama musim dingin ada danau yang membeku yang dijadikan tempat bermain/lomba ice skating. Disebelah kiri dekat jembatan kearah kuil putih di puncak Beihai ada pintu keluar yang langsung ke pasar tradisional, izin sebentar dengan penjaga pintu bilang mau beli makanan, banyak kuliner di jual disini terutama kue-kue tradisional dan pangsit goreng yang di beli dengan cara ditimbang perkilo. Saya membeli bolu kismis dan bolu gula merah dari sekian banyak kue yang dijual karena saya merasa bolu ini halal, rasa bolunya enak cuma teksturnya keras seperti roti kering.

Saya sudah menjelaskan sambil memperagakan wajah babi dan bilang vegetarian dalam memilih kue tapi pelayan toko tidak mengerti hahaha, harga 2 macam bolu 4 Y saja setelah ditimbang. Saya juga membeli telur asin rebus untuk lauk di hostel seharga 10 Y sekantong isi 11 butir.

Saya datang hari minggu pagi, taman cukup ramai orang beraktifitas terutama orang tua, ada yang bermain kartu, tai chi, latihan menari, menyanyi dan bermain musik.

Panijiayuan Antique Market

Cara ke sini naik subway line 10 stop di stasiun Panjiayuan Exit C1 belok ke kanan ke arah penjual makanan kaki lima hanya beberapa langkah langsung ketemu pasar ini. Pasar ini sangat luas dan ramai, ada pembagian area jualan yaitu batu-batuan, keramik dan porselen, barang logam, perhiasan, lukisan, kain, suvenir dan lain-lain.

Saya tidak bertanya harga hanya menikmati melihat-lihat karena barang seni dan antik saya perkirakan pasti mahal. Barang yang dijual tidak semua barang antik banyak juga barang baru. Bagian yang saya suka adalah tempat menjual barang loak seperti buku-buku tua, uang lama, lukisan dll yang ada di tepi pasar dekat pintu keluar, sayang buku-buku banyak bertuliskan bahasa Cina.

National Stadium (stadion sarang burung) dan National Aquatic Centre (the Bubble)

Naik subway line 10 stop di stasiun Beitucheng transfer ke line 8 stop di stasiun National Olympic Park Exit B. Saya sengaja datang ke sini pas sore hari untuk mendapatkan foto saat stadion belum bercahaya dan saat bercahaya di malam hari. Jika masuk stadion ada biaya tiket masuk dan jika bermain ski juga ada biaya lagi. Saya cukup berfoto di depan stadion saja. Kedua gedung ini saling berhadapan.

Hari ke-8 - Itenary Tour Beijing Solo Backpacker 10 Hari

789 Art Zone (gratis)

Bagi pecinta seni kontemporer seperti saya, tempat ini wajib untuk dikunjungi oleh karena itu saya berusaha keras untuk bisa ke sini. Di area ini banyak terdapat galeri seni, museum seni dan toko-toko yang menjual barang seni. Jalan, cafe, toko-toko bahkan toilet umum didesain khusus yang bercita rasa seni yang tinggi. Saya menikmati mengunjungi museum seni dan galery seni yang memajang dan memamerkan karya-karya yang unik. Paling favorit adalah toko yang menjual dan memamerkan barang-barang vintage seperti miniatur mobil, telepon, mesin ketik dan pemutar film jadul.

Cara ke sini naik subway line 5 stop di Yonghegong (Lama Temple) Stasiun ambil exit B nanti ketemu halte naik bis no 909 setelah bus stop di halte ke 13 (hitung saja sudah berapa kali bis berhenti di halte) halte stopnya disebut Dashanzilukounan, nanti ketika sampai akan terlihat jalan dengan tulisan warna merah 798.

Temple of Heaven (Tiantan) harga tiket masuk 10 yuan

Cara ke sini naik subway line 5 stop di stasiun Tiantandongmen Exit A2. Saya kesorean datang ke sini walaupun di loket tertulis tutup jam 17. 00 pada saat saya datang jam 16.00 petugas loket bilang sudah tutup (harusnya saya memohon dan merayu agar bisa masuk) akhirnya saya gagal ke temple of heaven padahal saya ingin mengambil foto sunset disini.

Pearl Market - Itenary Tour Beijing Solo Backpacker 10 Hari

Letaknya di depan Temple of Heaven sehingga gagal ke kuil saya menyeberang lewat jembatan ke pasar ini, pasar ini memiliki ciri khas ada mutiara besar di depan gedungnya, pasar ini terdiri dari 4 lantai setiap lantai memiliki barang jualan berbeda. Lantai satu menjual suvenir kecil-kecil terutama sutra, pashmina, dompet dan barang sutra. Lantai 2 menjual tas-tas branded KW/Palsu, lantai 3 menjual bantal, seprai dan keperluan interior dalam rumah. Lantai 4 menjual mutiara, jualan andalan pasar ini. Lantai dasar terdapat food court. Saya tidak membeli barang apapun karena barang-barangnya mirip dengan barang jualan di tanah air.

Wangfujing Street

Ke pasar ini lagi untuk membeli sedikit suvenir, saya selalu meletakkan jadwal belanja di hari-hari terakhir menjelang pulang agar biaya backpacking cukup lalu sisa uang jika ada baru dipakai untuk belanja.

Hari ke-9- Itenary Tour Beijing Solo Backpacker 10 Hari

Peking University

Ke kampus ini untuk melihat bagaimana kondisi pendidikan tinggi di negara China dan jalur subway searah dengan Summer Palace.

Summer Palace harga tiket masuk 20 Y

Cara ke sini naik subway line 4 stop di Xiyuan station Exit A, keluar dari sini akan bertemu jalan cantik Starry Street yang berjejer tempat makan jaringan internasional seperti Mc. D, Starbucks, Pizza Hut dll. Menuju Summer Palace harus berjalan sekitar 500 meter kearah kiri dari gerai Mc.D tapi jalan kaki tidak terasa karena melewati jalan cantik.

Summer Palace ini sangat luas untuk di eksplore, spot favorit untuk foto dari seberang danau, banyak jalan seperti lorong disini, kalau winter danau menjadi beku dan dijadikan tempat bermain ski.

Yuanmingyuan Ruin Park (Old Summer Palace) tiket masuk 10 Y

Ini taman cantik yang berisi reruntuhan taman di masa kerajaan (Google saja cerita lengkapnya), lebih sepi pengunjung dibandingkan Summer Palace. Cara ke sini dengan subway line 4 stop di stasiun Yuanmingyuan ambil Exit B (hanya beda 1 stasiun dari Summer Palace jadi sayang jika tak mampir)

Saya salah mengira hari kepulangan karena di tiket tertulis rabu maka saya santai saja karena hari ini hari selasa padahal jadwal pulang hari rabu itu dini hari jam 2 maka selasa malam Rabu ini saya harus pergi ke bandara untuk pulang, karena terlambat sadar akhirnya saya pulang sore dan harus packing pulang sementara hostel telah di book sampai Rabu besok. Jadi saya buru-buru packing, sebelum check out dari hostel saya sempat mampir ke area Gualodajie yang ada danau dan jembatan di pinggirnya banyak cafe, cantik sekali jika di foto pas sunset tapi saya datang langit telah gelap sehingga pemandangan yang saya cari tak dapat.

Check out dari hostel dapat uang deposit 100 Y

Ke bandara pakai jalur subway yang sama waktu datang. Beli tiket airport express train (25 yuan), menukar kartu Yikatong dapat 45 yuan Pemeriksaan bandara sangat ketat, saya harus berdiri di suatu detektor yang dipijak oleh kaki, kemudian dikenai metal detektor dan disentuh semua tubuh oleh petugas perempuan, lalu sebuah kertas tipis juga di kibaskan di tubuh saya, ransel juga diminta di buka karena saya menyimpan pasta gigi. Tapi semua terlewati dengan aman, ada keran air di dekat toilet ke arah gate kita boarding jadi sediakan botol kosong untuk mengisinya agar tak haus di dalam pesawat.

Destinasi yang saya lewatkan karena salah mengira jadwal pulang adalah Silk Market, Temple of Heaven, Drum and Bell Tower dan Shichahai (hutong tua di Beijing).

Hari ke-10 - Itenary Tour Beijing Solo Backpacker 10 Hari

Tidur di mushola bandara KLIA2, makan sepuasnya menghabiskan sisa yuan dan pulang ke Palembang dengan flight pagi.

Catatan Tambahan:

Visa saya urus di Palembang menggunakan jasa salah satu travel agen dengan biaya 610 ribu, visa jadi selama 1 minggu.

Biaya hidup selama 6 hari di beijing sebesar 900 Y (hostel, makan, transport, tiket masuk tempat wisata dan lain-lain tanpa membeli oleh-oleh) dan masih sisa 95 yuan yang saya tukar menjadi ringgit di bandara KLIA 2 untuk saya gunakan makan enak sepuasnya setelah kurang makan selama di Beijing

Tarif subway bergantung jarak jauh dekat stasiun berkisar 3-5 yuan sementara naik bis tarifnya flat jauh dekat 2 Y.

Saya membeli kartu Yikatong 50 Y kemudian isi ulang kartu 100 Y, sisa saldo sampai hari terakhir di bandara 20 Y.

Bis di Beijing memiliki nomor di setiap rutenya. jika ingin naik bis perhatikan haltenya, setiap bis punya halte sendiri, di halte tsb ada nomor bis-bis yang lewat, halte tempat stop diucapkan dalam bahasa mandarin tetapi nama haltenya mudah dipahami.

Pakailah alas kaki yang nyaman karena kita akan sering jalan kaki menuju tempat wisata, keliling tempat wisata maupun naik turun subway.

Toilet di tempat wisata bersih tapi tidak ada air siraman, saya bawa botol air kemasan yang diisi di westafel, pake tisu basah tetap kurang nyaman. Toilet umum di perumahan penduduk jorok, masing-masing bilik hanya disekat pendek sehingga antar pengguna dapat saling melihat dan mengobrol, hiiiii...saya langsung gak jadi pake toilet buru-buru keluar soalnya bisa melihat ibu-ibu jongkok terbuka dan terang benderang, ih mana tahan cyiiin....

Saya sholat di hostel secara jamak, jadi siang hari saya pulang untuk makan siang di hostel sekaligus sholat setelah itu lanjut jalan-jalan lagi, malam saya pulang sehingga sholat Magrib dijamak dengan Isya. Jadi kalau bertanya dimana tempat sholat di luar hostel saya tidak tahu, sepertinya susah cari tempat dimana bisa sholat secara nyaman di tempat wisata, kemungkinannya melipir ke suatu spot yang tidak banyak orang lewat.

Untuk makanan saya sarankan bawa lauk seperti rendang, abon, kering kentang, mie instan atau sambel kemasan nanti beli nasi putih di seven-eleven seharga 2 yuan. Saya hanya bawa mie gelas yang diseduh dengan air panas dari masak di teko listrik hostel. Kebetulan di dekat hostel ada gerai take away tempura, ayam krispi dan cumi krispi setelah saya baca menunya tidak ada babi di menu dan gambarnya sehingga saya 2 x membeli ayam krispi dan cumi krispi sebagai lauk makan nasi karena saya perlu protein dari daging untuk bertahan di udara dingin di hari-hari terakhir karena makan buah, nasi, telur asin dan mie tak cukup menghangatkan badan dan saya sering merasa lapar. untuk kehalalan ayam saya bacakan bismillah saja.

Jajanan yang biasa saya beli adalah jagung rebus hangat dan ubi panggang hangat, lumayan untuk menghangatkan tangan

Flight ke KL dari Beijing itu dini hari jam 2 pagi pastikan kamu tidak salah tanggal seperti saya, sehingga tidak rugi hostel maupun ketinggalan pesawat. Sholat subuh dilaksanakan di kursi pesawat, berwudhu dapat dilakukan di toilet pesawat atau tayamum.

Anak muda di Beijing kebanyakan bisa bahasa Inggris, penduduk Beijing ramah dan suka membantu meskipun tidak tahu bahasa Inggris mereka akan berusaha membantu kita.

Saya tidak bisa bahasa Mandarin juga tidak menggunakan kertas berbahasa Mandarin untuk bertanya, semuanya pake bahasa Inggris atau bahasa tubuh, tidak ada kendala bahasa dalam mencari tempat atau selama perjalanan, jadi jangan takut traveling ke China.

Saya tidak kena scam apapun tetapi ada orang Indonesia yang saya kenal di bandara terkena scam naik becak wisata dan taksi gelap di bandara sehingga harus membayar biaya yang mahal naik transport tsb, jadi berhati-hatilah. Jika ingin naik taxi pakai taxi uber (ada aplikasi di hp) atau taxi resmi dengan plat B dan warna taxi hijau garis kuning, menghentikan taxi juga tidak bisa sembarangan ada tempat-tempatnya.

Sepertinya seru keliling hutong di Beijing menggunakan sepeda, sepeda bisa disewa di hostel jika ada fasilitas ini.

Print peta subway Beijing dan buka website www.travelchinaguide.com untuk mendapatkan informasi wisata di China

Happy backpacking, jangan takut untuk backpacking sendirian, yang penting lakukanlah cukup persiapan (banyak cari info) dan sisanya percayakan saja dengan Tuhan.

Itenary Tour Beijing Solo Backpacker 10 Hari Sumber: Nana D