Itenary Wisata HongKong Shenzhen Macau

Hallo, saya mau share pengalaman pertama, Itinerary Hongkong Shenzhen Macau Pertama Kali, mungkin sudah banyak yang share, tetapi siapa tau info dari saya ini bisa menambah referensi buat temen-temen semua. Bagi Anda yang ingin mengetahui informasi wisata Hongkong klik disini!

Hari ke -1: Bandara HongKong-Tsim Tsa Sui

Saya naik bis dari Bandara HongKong ke hotel di daerah Tsim Tsa Sui, ternyata mudah dan lebih murah dibandingkan dengan naik Express Train, itu yang terpenting. Di bandara HongKong terminal bis bandara sangat teratur dan jelas, karena ada papan petunjuk bis sesuai arah dan ada kode bis, yang penting kita memperhatikan jangan sampai salah.

Untuk Anda yang muslim, bisa cari makanan halal di sekitar Tsim Tsa Sui, Anda bisa langsung ke Chungking Mansion, di sana terdapat Resto Chinese Food Halal dan ada beberapa resto India/Arab yg halal. Jangan lupa untuk unduh aplikasi "Muslim Pro" yang bisa di install di smartphone, aplikasi ini siap membantu untuk menentukan arah kiblat, tempat makan halal di sekitar lokasi kita dan ada reminder waktu shalat waktu setempat.

Jangan lupa untuk menyempatkan waktu melihat Symphony of Light jam 8 malam di Harbour City dekat stasiun MTR Tsim Sha Tsui dan HongKong Culture Center.

Hari ke -2: Shenzhen-HongKong

Saya Ke Shenzhen dari HongKong. Sebelum ke Shenzhen saya bikin Visa on Arrival di station Lo Wou, dan prosesnya sangat gampang lo. Cukup menyiapkan uang 169 Yuan untuk biaya visa. Ruang pembuatan VOA naik satu lantai dari Immigration Check Shenzhen.

Di Shenzhen sangat jarang ditemui orang yang bisa berbahasa Inggris. Sebelum berangkat wajib untuk charge smartphone sampai full karena diperlukan untuk browsing lokasi, MTR Map Online dan Google map navigation selama di sana.

Jika Anda di Shenzhen berniat untuk belanja, lebih enak cari penginapan di sekitar Dongmen Street, karena lokasinya yang strategis jadi bisa puas untuk jalan-jalan shopping sampai malam. Toko dan pasar di Dongmen buka jam 11.00 pagi dan tutup jam 12 malam. Untuk makanan halal di Dongmen Street, jangan khawatir karena ada Restoran Chinese Halal di pinggir jalan utama Dongmen Street. Restoran halal di Dongmen Street buka sampai tengah malam, rasanya enak dan porsinya juga banyak lo.

Tempat yang wajib dikunjungi ketika di Shenzhen adalah Window of the World, yaitu miniatur icon-icon negara diseluruh dunia. Untuk mengelilingi Window of the World diperlukan waktu sampai 6 jam lo. Untuk Anda yang hobi fotografi seperti saya, waktu akang sangat cepat berlalu, banyak spor-spot bagus yang belum ter-capture. Untuk yang suka pertunjukan musik dan tari, ada pertunjukan bagus pada malam hari di WOW yg dimulai jam 7.30 malam.

Dari beberapa testimoni yang pernah saya baca, Shenzhen kurang aman untuk backpacker cewek, tetapi menurut saya tergantung dengan pribadinya apakah bisa menjaga diri dan memilih tempat-tempat yang sekira aman untuk menginap dan tempat yang akan dikunjungi. Saya selama di Shenzhen selalu menggunakan Public Transport (MTR), so far selama di Shenzhen kami aman-aman saja sampai kembali lagi ke HongKong.

Hari ke-3: Shenzhen-HongKong

Saya kembali ke HongKong. Sebelum keluar dari station Lo Wou di Shenzhen menuju HongKong, jangan lupa untuk menyempatkan mampir ke Lo Wou Commercial Centre (kalo di Indonesia seperti ITC). Di Lo Wou Commercial Centre dijual barang-barang fashion dan mainan anak-anak yg murah-murah (dibandingkan dengan harga di Indonesia bisa 3x lipat lebih murah), jangan lupa untuk selalu menawar harganya dan jika beruntung bisa mendapatkan 50% dari harga yang ditawarkan.

Untuk tempat belanja di HongKong adalah Ladies Market. Untuk menuju ke Ladies Market Anda bisa naik MTR jurusan Mangkok (Red Line). Ladies Market terletak di dekat Stasiun Mangkok, jangan lupa untuk selalu membaca petunjuk jalan yang ada di setiap persimpangan jalan utama. Ladies market buka sampai jam 12 malam, tetapi para pedagang sudah mulai beres-beres dari jam 11 malam. Selain Ladies Market, masih ada pasar lagi yaitu Agyle Center.

Hari ke-4: HongKong-Macau-Hongkong

Saya melakukan perjalanan ke Macau. Untuk menuju Macau, kebanyakan orang akan naik Turbojet yang menuju Macau Ferry Terminal, tetapi kami secara tidak sengaja membeli tiket Cotai Ferry yang port nya di Taipa Ferry Terminal. Kami sempat panik, karena khawatir salah port dan salah tujuan. Mau beli tiket baru, tapi sayang buang uang lagi. Akhirnya kami nekat untuk melanjutkan petualangan kami menggunakan Cotai Ferry. Alhamdulillah, yang awalnya kami berpikir bakal nyasar entah ke mana, ternyata kami malah tiba di port yang sangat dekat dengan Venetian Macao, salah satu tujuan utama kami. Setelah puas berkeliling Venetian Macao, dari Venetian Macao kami bisa jalan kaki ke Hard Rock hotel untuk sekedar membeli oleh-oleh dan kemudian ke City of Dream. Dari situ bisa naik bis gratis ke arah Senado Square. Dari Senado Square jalan kaki ke Ruin St Paul, salah satu icon Kota Macau. Jangan lupa untuk mencicipi Egg Roll dan Egg Tart di toko dekat Ruin St Paul. Setelah puas foto-foto di sini, kami memilih kembali ke Taipa Ferry terminal menggunakan free bus. Dan sore hari kami sudah kembali meluncur ke HongKong menggunakan Cotai Ferry.

Hari ke-5 Pulang ke Jakarta.

Karena flight kami jam 5 sore, jadi kami hanya jalan-jalan sebentar di sekitar Mongkok yang padat dengan pertokoan dan pusat belanja. Kemudian lanjut ke Central Station untuk in-town check in. Dan saatnya kembali ke Jakarta. Belum puas sih explore HongKong, tapi paling tidak sudah berhasil ngebolang di 3 Kota tanpa guide, modal nekat dan modal semangat untuk bisa menaklukkan rasa takut untuk pergi ke tempat baru di negeri orang. Tapi sebelum pergi, jangan malas untuk banyak baca-baca aja mengenai Kota yang akan kita tuju.


Sumber:
Dibuat oleh Indriyawati Sofyeni melalui Grup Facebook Backpacker Dunia pada Tanggal 15 Mei 2015


Dokumentasi Photo oleh Indriyawati Sofyeni