Wisata Hongkong

 

Wisata Hongkong

Hai sobat, berikut saya sajikan ulasan perjalanan saya yaitu Wisata Hongkong 18-23 November 2015 lalu yaitu jalan jalan ke hongkong tanpa tour. Perjalanan tersebut saya tempuh bersama teman saya dari Indonesia. Ini merupakan kedua kali saya backpacker ke Hongkong setelah 5 tahun lalu. Semoga tulisan pengalaman liburan ke hongkong 2015 ini dapat membantu dan bermanfaat bagi kawan-kawan sebagai bahan referensi sebelum melakukan perjalanan wisata HongKong.

Persiapan Sebelum Wisata HongKong

  • Visa: Tidak diperlukan visa untuk Wisata HongKong
  • Mata Uang: HongKong Dollar ($), saat itu kurs $1 = Rp.1740,-
  • Cuaca: HongKong merupakan negara subtropis sehingga memiliki 4 musim. Bulan Oktober-Januari seperti sekarang, sebenarnya HongKong sudah memasuki musim dingin, namun saat saya berada di sana yang dirasakan cuaca hangat antara 22-26'C tanpa hujan. Padahal 5 tahun lalu saya sempat backpacking ke HongKong di bulan Oktober dan saat ini cuaca cukup sejuk, sering hujan, dan sempat 1 hari ada badai Taifun yang melumpuhkan aktivitas di HongKong selama beberapa jam.
    Saya sempat ngobrol dengan penjaga hostel dan dia mengatakan bahwa sejak tahun lalu cuaca di Hongkong tidak menentu polanya, misalnya musim dingin tapi tidak sejuk-sejuk amat, dan musim panas bisa sangat terik dan lembab. Jadi tidak salahnya jika Anda menyiapkan payung lipat saat hendak berangkat ke Hongkong. Perihal peluang turunnya hujan, Anda dapat cek di web atau aplikasi android/iphone (Weather), lihat besarnya nilai “Precipitation” (dalam %) pada periode tanggal perjalanan Anda. Presipitasi tersebut secara gamblang menunjukkan persentase terbentuknya unsur air di udara yang jatuh ke bumi, baik berupa hujan, salju, atau hujan es. Semakin tinggi nilainya maka kans untuk hujan lebih besar.
  • Unduh aplikasi Android tentang travel HongKong, salah satu yang terbaik dan saya gunakan saat wisata Hongkong adalah “Triposo HongKong”. Itu merupakan apps yang sangat membantu jalan jalan ke hongkong tanpa tour karena berisikan destinasi wisata yang direkomendasikan, tempat belanja, tempat makan (tentunya yang tipe dan harga nya tidak cocok bagi kita yang akan melakukan backpacker ke HongKong). Atau jika ingin boros dikit, dapat membeli buku catatan backpacking ke HongKong di toko buku yang sangat banyak judulnya.
  • Unduh aplikasi “MTR Tourist” yang merupakan apps resmi Mass Transit Railway (MTR) Corporation Ltd. HongKong.
  • Unduh aplikasi Google Map offline. Tentunya ini merupakan apps yang sangat penting untuk berkelana bagi saya saat jalan jalan ke hongkong tanpa tour, terutama saat berjalan kaki, jika Anda tidak mau ribet bertanya-tanya terus ke orang di jalanan mengenai arah jalan. Maklum penduduk HongKong bukanlah orang yang ramah, malah cenderung kasar, lagipula tidak semuanya fasih berbahasa Inggris.
  • Menggunakan sepatu kets tetap opsi terbaik.
  • Jangan lupa saat wisata Hongkong wajib membawa kamera terbaik, dan kalau ada action camera (GoPro, B-Pro, Xiami, dll). Karena pasti akan ada banyak landscape memukau dan permainan cahaya di waktu malam yang tidak habis-habisnya mengundang decak kagum.
Obyek Wisata Hongkong
Tsim Sha Tsui Promenade dengan Public square nya. Pemadangan lepas ke Victoria Harbour yang indah. Saat senja sering ada musik jalanan sehingga nyaman untuk bersantai sambil duduk-dudk berfoto ria. Saat malam ada Symphony of Light yaitu permainan laser cahaya, pk.20.00 (10 menit), setiap hari. - Foto Jalan Jalan Ke HongKong

 

Sekilas Tentang Daerah Hong Kong

Hong Kong dalam dialek lokal berarti “Pelabuhan yang Harum”. Seperti halnya Makau, Hong Kong merupakan daerah administratif khusus (SAR) dari negara Tiongkok (China). Bedanya, sebelum diserahkan kembali ke pemerintahan Tiongkok pada tanggal 1 Juli 1997, Hong Kong berada dalam pemerintahan Inggris (UK). Jadi tidak heran jika Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa resmi disana, namun aksen Bahasa Inggrisnya cukup sulit untuk dipahami. Bahasa resmi utama di Hong Kong sebenarnya adalah Bahasa Kanton. Bahasa ini berbeda dengan Bahasa Mandarin, dan Bahasa ini kurang lazim dikenal di Indonesia, sehingga tentunya akan memberikan kesulitan dalam komunikasi. Namun untungnya mayoritas tulisan papan penunjuk, nama toko, harga-harga, dan menu makanan dituliskan dalam Bahasa inggris disamping kanji.

HongKong merupakan ‘negara’ kepulauan. Secara umum HongKong dibagi menjadi 4 distrik utama yaitu Kowloon Peninsula (pusat kotanya di sekitar Tsim Sha Tsui), Hong Kong Island (Central, Wan Chai, Causeway Bay, dll), New Territories di sebelah utara yang merupakan daerah terluas HongKong dan berbatasan langsung dengan negara Tiongkok daratan yaitu Provinsi Guangdong dengan kota Shenzhen-nya yang terkenal, dan Pulau Lantau yang merupakan pulau terbesar diantara gugusan pulau di daerah selatan. Bandara Internasional HongKong (HKIA) berada di lepas pantai pulau Lantau, jadi cukup jauh dari pusat kota di Kowloon maupun HongKong Island.

Secara umum Hong Kong sangat terkenal dengan gedung-gedung pencakar langitnya di atas tebing-tebing curam, pelabuhannya yang indah, negara gila kerja dengan waktu kerja sangat panjang, dan pusat belanja karena barang-barang import disini (khususnya elektronik) cukup jauh lebih murah dari Indonesia dikarenakan HongKong merupakan salah satu pusat transit barang dari Amerika khususnya sebelum masuk ke Asia. Bagi saya, yang paling memukau adalah pemandangan banyaknya gedung-gedung pencakar langit di semua penjuru HongKong, terutama di lereng-lereng bukit, yang bahkan sudah dapat Anda saksikan dari jendela pesawat saat akan mendarat (sangat beruntung sekali jika Anda mendapatkan kursi disamping jendela pesawat!). Saya bertanya-tanya, bagaimana yah cara semua gedung-gedung itu dibangun di medan berbukit terjal yang amat sulit seperti demikian.

Secara umum biaya hidup saat wisata HongKong saat ini sangat mahal, terutama di daerah Kowloon Peninsula. Jika saya bandingkan dengan pengalaman backpacking saya kesini 5 tahun lalu, maka terjadi peningkatan biaya yang cukup signifikan, entah memang semua harga naik atau kurs mereka yang semakin naik. Biaya akomodasi, transportasi, dan makan nya hampir setara dengan Osaka dan Tokyo, tempat tujuan saya backpacking ketika wisata hongkong 6 tahun lalu. Namun ga usah khawatir, disini saya mencoba bagikan beberapa tips untuk yang murah-murah untuk jalan jalan ke hongkong tanpa tour.

Feri Wisata Hongkong
Pemandangan Victoria Harbour di kala menjelang sunset. Tampak disini HK Junkboat dengan latar belakang HKCEC yang bentuknya khas. - Foto Jalan Jalan Ke HongKong

 

Transportasi dan Alat Komunikasi Wisata HongKong

Langkah Pertama untuk dapat menikmati transportasi Wisata HongKong dengan nyaman adalah membeli kartu pass Octopus. Kartu ini dapat digunakan untuk membayar semua armada transportasi di Hong Kong (tapi tidak di Shenzhen dan Makau yaa), yaitu MTR, Airport Express, Bus kota, Tram, dan feri antar pulau di HongKong. Kartu Octopus dapat dibeli di bandara atau disemua stasiun MTR, begitu pula untuk top up nya. Sistem kartu Octopus adalah ‘on loan’, atau peminjaman. Jadi saat ‘beli’ pertama kali maka Anda harus membayar $150 (nominal minimal) yang terdiri atas $100 isi kartu dan $50 deposit yang akan dikembalikan saat Anda refund kartu. Ya betul, kartu Octopus dapat di refund di akhir perjalanan, jadi tidak perlu takut untuk kelebihan top up. Hanya saja untuk refund akan terkena potongan $9 per kartu sebagai biaya peminjaman. Nominal top up hanya tersedia minimal $50 dan kelipatannya.

Langkah Kedua saat Wisata Hongkong dan jalan jalan ke hongkong tanpa tour adalah pada saat mendarat langsung membeli kartu internet untuk menunjang komunikasi media sosial dan surfing. Namun harganya cukup mahal meskipun dengan kuota mencapai 6 GB, yaitu sekitar $75. Kartu dapat dibeli di bandara maupun di banyak toko 7 Eleven. Saya sendiri tidak membeli kartu tersebut, tapi teman perjalanan saya membeli. Bagi yang tidak mau boros seperti halnya saya, maka kita dapat menikmati internet dari free wifi yang banyak dijumpai di daerah-daerah wisata Hongkong atau jalanan utama (disekitar telepon umum yang memang ditandai khusus “free hotspot”) di HongKong. Ga masalah kok. Anda hanya perlu mendaftar dan login sederhana saja ke wifi gratisan tersebut dan berlaku hanya 24 jam, lalu besoknya login ulang lagi.

Bagaimana cara dari bandara yang posisinya jauh untuk mencapai pusat kota (Kowloon atau HongKong Island)?

Kesalahan yang paling sering dibuat oleh para backpacker ke HongKongyang pertama wisata HongKong apalagi jika jalan jalan ke hongkong tanpa tour (seperti halnya saya pada 5 tahun lalu) adalah menggunakan Airport Express yang seharga $98. Itu harga yang sangat mahal! Walaupun hanya 24 menit mencapai pusat kota. Apalagi airport express hanya transit di 3 tempat yaitu Tsing Yi (pulau kecil), Kowloon, dan HongKong Station. Artinya Anda harus ditransfer ke bus kota untuk mencapai daerah lainnya, walaupun bus tersebut gratis karena disediakan oleh pihak Airport Express. Cara paling ekonomis dan cukup praktis dari bandara ke pusat kota adalah menggunakan bus S1 di terminal bandara menuju Tung Chung (titik paling ujung dari MTR di pulau Lantau), kemudian dari Tung Chung melanjutkan dengan MTR (Tung Chung Line yang berwarna kuning) ke destinasi Anda, layaknya naik MTR biasa. Begitu pula sebaliknya jika Anda hendak menuju bandara.

Terminal bus di Tung Chung tempatnya sangat nyaman karena berada di basement mal City Gate (terkenal dengan barang-barang factory outlet nya) dan terintegrasi dengan MTR stasiun Tung Chung. Armada bus tersedia setiap 6-10 menit, sehingga tidak perlu lama menunggu. Tentunya Anda akan sangat irit dengan menggunakan cara ini (kombinasi MTR Tung Chung dan bus S1) dibandingkan dengan Airport Express. Sebagai gambaran; ongkos bus $3.5, ongkos MTR Tung Chung-HongKong Sation $21-an atau MTR Tung Chung-Kowloon $16.5-an. Artinya ongkos total dari atau ke bandara hanya < $25 !! Waktu tempuh memang sedikit agak lama yaitu totalnya sekitar 35 menit, di luar waktu menunggu bus.

traveling hong kong
Golden Bauhinia Square. Lokasinya di tepi Victoria Harbour di sisi Hong Kong Island, persis di samping HKCEC. Ini merupakan monumen penyerahan HK dari pemerintahan Inggris ke Tiongkok (1 Juli 1997). - Foto Jalan Jalan Ke HongKong

 

Berkeliling Wisata HongKong dapat ditempuh dengan 4 cara yaitu MTR, bus kota, tram, dan berjalan kaki. Pilih yang mana? Itu bergantung Anda berada di lokasi mana dan ingin apa (apakah ingin langsung mencapai destinasi, atau sekedar jalan-jalan ga jelas cari-cari tempat menarik). Tentunya yang paling praktis adalah dengan MTR. Sistem MTR Hong Kong merupakan salah satu yang terbaik di dunia dan katanya juga yang paling besar profitnya dalam beberapa tahun terakhir. Dan harus diakui memang sangat nyaman dan mudah untuk menggunakan MTR saat Wisata HongKong, karena stasiunnya banyak, jalur pedestrian bawah tanahnya luas dan nyaman dengan koneksi baik antara jalan dan bahkan antar mal, petunjuk sangat jelas disertai peta lengkap serta detail di setiap stasiun. Namun menurut saya ongkos rute MTR Hong Kong lebih mahal jika dibandingkan dengan MRT di Singapura, atau hampir setara dengan MRT di Kyoto/Tokyo.

Sebagai contoh untuk perjalanan lintas pulau dari Tsim Tsa Tsui (Kowloon) ke Wan Chai (Hong Kong Island) yang hanya beda beberapa stasiun saja dikenakan tariff $9.6. Cara lain untuk menyeberang dari daerah Kowloon ke Hong Kong Island (dan sebaliknya) adalah menggunakan kapal feri. Cara ini wajib paling tidak sekali dicoba karena sangat nyaman dan dapat menikmati keindahan perjalanan menyeberangi Victoria Harbour yang sangat terkenal itu. Ongkosnya hanya $3.5 kalau tidak salah, dengan waktu tempuh tidak sampai 15 menit, dengan jam operasi s/d pk.22.00.

Untuk memangkas ongkos transportasi wisata Hongkong, Anda dapat menggunakan bus kota jika ingin putar-putar sekitar daerah setempat. Saat Wisata Hongkong saya menikmati Bus Kota di Hong Kong yang sangat nyaman karena dapat bayar dengan Octopus, informasi rute nya cukup jelas di setiap halte, dan bentuknya juga khas yaitu bus tingkat sehingga posisi duduk di lantai 2 sangat menarik untuk dicoba untuk menikmati pemandangan kota. Misalnya yang paling gampang adalah rute dari daerah Mong Kok (Ladies Market) di utama Tsim Sha Tsui hingga menunju ke Victoria Harbour melintasi jalan Nathan yang track-nya hanya lurus saja.

Yang paling direkomendasikan adalah menggunakan bus untuk berjalan-jalan di daerah Wisata HongKong Island (misalnya untuk jalan jalan ke hongkong tanpa tour di sekitaran daerah Central, Wan Chai, Causeway Bay). Tarif bus bervariasi antara $3.5-6.5. Selain itu Anda juga sangat direkomendasikan untuk mencoba tram ala Hong Kong. Tram kuno atau yang dikenal sebagai Ding Ding oleh warga lokal, bentuknya unik berupa kereta bertingkat dengan jendela terbuka yang berjalan di rel khusus di tengah jalan raya. Sekilas menyerupai tram di Melbourne, namun Ding Ding lebih menyenangkan bagi saya karena bertingkat, menunggu di halte nya juga tidak perlu terlalu lama, namun sayangnya bayar (city tram di Melbourne gratis). Tarif tram rata-rata lebih murah dari bus yaitu sekitar $2.5-5, sehingga tidak heran selalu ramai dan berdesakan hingga malam. Cakupan jelajah Ding Ding hanya terbatas, yaitu melewati pusat kota dan tempat destinasi wisata utama, dan hanya tampak di Hong Kong Island sejauh pengamatan saya.

Transportasi lain yang dapat digunakan untuk menikmati keliling di kota ketika Wisata HongKong adalah dengan menggunakan Big Bus Hong Kong yang memang didesain khusus untuk turis karena lantai 2 bis tersebut dengan bak terbuka.

Wisata Hongkong
HK city tram atau dikenal oleh warga lokal dengan sebutnya Ding Ding, mengaju bunyinya saat mulai berjalan dari halte ke halte. Tarifnya sedikit lebih murah dari bus, sekitar $ 2.5-4.5, namun area nya terbatas dan hanya ditemukan di daerah Hong Kong Island. - Foto Jalan Jalan Ke HongKong

 

Cara lain untuk menikmati kota adalah berjalan kaki, dan cara ini sangat menyenangkan bagi saya saat jalan jalan ke hongkong tanpa tour. Sebagian besar perjalanan saya terutama saat sore dan malam hari adalah dengan berjalan kaki. Banyak hal yang mendukung hal itu: trotoar yang lebar dan nyaman, kanan kiri banyak toko dan gedung yang menarik, udara malam yang pas layaknya di Bandung, dan juga banyak pemandangan orang lalu lalang dengan berbagai suku bangsa yang serba berpakaian modis dan seksi hehe...Berjalan kaki juga cara paling baik untuk menikmati banyaknya street market dan mencicipi street food di Hong Kong.

Tidak perlu takut tersesat karena banyak sekali papan penunjuk jalan yang dapat ditemui. Dengan bekal google maps offline jalan jalan ke hongkong tanpa tour menjadi lebih mudah karena akan menunjukkan ke arah mana Anda melangkah sudah cukup melegakan perjalanan ketika menikmati jalan jalan ke hongkong tanpa tour.

Taksi bukan lah opsi yang baik untuk menikmati wisata HongKong karena sangat mahal, yaitu argo awal rata-rata $35-45.

traveling hong kong
Birdeyes ikonik Hong Kong di kala malam, dari The Victoria Peak. Posisi nya di sisi Hong Kong Island.Untuk mencapai sini, The Peak Tram adalah cara terbaik dan spektakular. Pemandangan di kala siang/sore juga tidak kalah menakjubkan. Jangan lupa memakai jaket jika kesini karena angin sangat kencang dan dingin. - Foto Jalan Jalan Ke HongKong

 

Penginapan Dan Hotel Di Hong Kong

Jika cek di aplikasi traveling seperti Traveloka.com, Booking.com, Agoda.com dll, maka Anda bisa menemukan banyak guest house dan hostel dengan harga lumayan (Rp.400.000-Rp.900.000/malam) di Hong Kong. Harga lebih murah bisa diapatkan juga jika Anda mau mencoba ranjang tingkat ala dormitori (barak), berbagi ruangan dengan 6-12 penginap lain. Namun walaupun begitu perlu dipahami terlebih dulu bahwa semua hostel irit demikian memiliki ruang kamar dan ranjang yang pasti sempit (mungkin pas untuk sendirian), standar Hong Kong.

Bahkan hotel dengan biaya rp.1.5 juta/ mlm sekalipun ukuran kamarnya jauh lebih sempit jika dibandingkan hotel seharga demikian di Indonesia bahkan di Singapura. Hostel murah di Hong Kong bentuknya hanyalah berupa 1 buah flat yang kamar-kamar di dalamnya (4-5 kamar dalam 1 flat) disewakan sebagai kamar hostel.

Jika Anda bermaksud menginap dengan irit di daerah Kowloon, maka hostel-hostel di daerah Tsim Sha Tsui opsinya. Bangunan penginapan irit model gini cukup unik, salah satunya yang paling terkenal adalah Chungking Mansion. Saya awalnya menginap di Chungking Mansion, berbekal booking di Traveloka. Bangunannya besar seperti plaza dengan lantai dasarnya dipenuhi toko-toko (tas, sepatu, baju, barang kelontong, elektronik, kartu ponsel, dll), kedai makanan, dan money changer. Kebanyakan yang berjualan disini adalah immigrant dari India (mayoritas), Timur Tengah, dan Afrika (kabarnya sebagian adalah imigran gelap). Di setiap sudut bangunan terdapat 5 blok lift (cukup jauh terpisahnya) yaitu blok lift A s/d E. Nah, untuk mencapai hostel Anda harus menggunakan lift tersebut dari blok yang sesuai.

Di setiap blok lift akan terpampang nama-nama hostel beserta lantainya di blok tersebut. Sebagai contoh hostel saya namanya Crystal Hotel berada di blok lift E lantai 11. Setiap lantai pada setiap blok tersebut bisa terdiri atas 3-4 hostel, jadi bisa dihitung berapa banyak jumlah hostel yang ada di dalam Chungking Mansion yang terdiri atas 5 blok dan sekitar 15 lantai. Lucunya, dalam setiap blok lift terdapat 2 lift dimana lift kiri hanya stop di lantai genap dan lift kanan stop di lantai ganjil. Pada jam sibuk (terutama malam saat balik ke hotel), Anda harus rela antri panjang untuk masuk ke lift yang sempit tersebut. Dan suasana lantai dasar tersebut seperti pasar pagi, jadi panas. Meskipun kesan toko dan kedai makannya sederhana, saya tidak menganjurkan belanja atau makan disana karena harganya sangat mahal (makanan berkisar antara $55-75, layaknya di mal).

Jika Anda belum booking hotel disana, Anda akan kewalahan karena begitu sampai di depan Chungking Mansion, Anda akan diserbu belasan calo-calo hotel (sebagian besar imigran India) yang menawarkan hotel mereka masing-masing, kadangkala menurut saya terlampau setengah memaksa sehingga menjengkelkan. Walaupun demikian, hostel-hostel disana sebenarnya relatif dapat dicoba untuk backpacker yang hanya numpang tidur dan mandi dan budget terbatas dibawah Rp.500.000/malam. Kamarnya memang kecil, tapi fasilitas cukup lengkap (AC, kopi, air minum, mesin cuci, sabun mandi dan handuk), dan juga relatif aman. Namun Jika Anda backpacker wanita sendirian yang akan Backpacker ke Hongkong, saya kurang menganjurkan di hostel demikian.

Keuntungan utama yang menjadi daya jual Chungking Mansion adalah lokasinya yang sangat strategis karena berada di pusat kota Kowloon, yaitu di Jl. Nathan (daerah Tsim Sha Tsui) yang sangat ramai, dekat dengan Victoria Harbour (5 menit jalan kaki), serta persis di seberang bangunan itu terdapat stasiun MTR Tsim Tsa Tsui dan MTR East Tsim Sha Tsui di sampingnya. Selain itu, tidak jauh dari Chungking Mansion juga terdapat Kowloon Mosque and Islamic Center yang megah dan Gereja St.Andrew, sehingga memudahkan apabila Anda ingin beribadah.

Wisata Hongkong 2015
Pantai reklamasi Repulse Bay yang selalu sepi dan tenang. Pasirnya sangat bersih dan lembut. Sangat baik untuk bersantai dan bermalas-malasan. - Foto Jalan Jalan Ke HongKong

Jika Anda ingin irit (tapi mahalan sedikit dari hostel di Chungking Mansion) namun ingin tempat yang nyaman dan tenang, anjuran saya mencari penginapan di daerah Causeway Bay. Daerah Causeway Bay dan Wan Chai juga terkenal akan hostel-hostelnya dengan kisaran harga $300-450/malam (single). Pada 2 hari terakhir perjalanan saya (sekembali dari Makau), saya pindah ke Apple Hotel di daerah Lee Garden Road di Causewaybay. Saya sangat puas dengan hostel satu ini dan merekomendasikannya kepada rekan-rekan. Apple Hotel ini dimiliki oleh pasangan suami istri asal Filipina, dan semua staf hotelnya semua orang Filipina.

Hal ini menjadi keuntungan sendiri karena staf hotelnya relatif ramah serta Bahasa Inggrisnya bagus, daripada hostel lain yang dijaga oleh penduduk lokal dan imigran yang menururt saya relatif kasar dan kurang bersahabat. Hotelnya walaupun minimalis namun sangat bersih, rapi, cukup artistic, dengan dilengkapi fasilitas yang baik (termasuk microwave dan hair dryer di luar kamar). Kamarnya juga sempit (namun lebih besar dari di Chungking Mansion), namun bed nya sangat bersih dan nyaman sekali, tidak lembab dan berbau seperti di Crystal Hotel (Chungking Mansion) yang harga kamarnya $220/mlm/single. Selain itu posisi hotelnya sangat baik karena persis di pusat Causeway Bay yang terkenal sebagai daerah mal dan pusat perbelanjaan yang ramai.

Saya lebih merekomendasikan hostel-hostel di daerah Causeway Bay atau Wan Chai (Hong Kong Island) daripada di daerah Tsim Tsa Tsui. Apalagi seperti yang akan saya bahas dibawah, daerah Tsim Tsa Tsui terkenal dengan lokasi yang serba mahal, baik makanan maupun toko-tokonya. Sebenarnya terdapat banyak guest house/ penginapan lain yang tidak tertera di aplikasi travel manapun. Kamar penginapan demikian bersifat illegal, karena berupa suatu kamar di dalam flat yang ditempati penduduk lokal sana (sebagian malah orang Indonesia yang tinggal di Hong Kong) yang disewakan sebagai kamar hotel.

Penginapan jenis demikian bisa dijumpai di daerah Mong Kong, Jordan (Kowloon) atau di Causeway Bay (Hong Kong Island), namun sudah cukup susah dicarinya karena sistemnya dari mulut ke mulut (karena illegal). Cara mengetahuinya adalah bertanya ke TKW Indonesia yang kebanyakan berada basis nya di daerah Causeway Bay terutama di Victoria Park (“tamannya TKW Indonesia di akhir pekan”), lalu tanya ke mereka jika ada juragan mereka yang menyewakan kamar di dalam flatnya. Selain itu, Anda juga dapat bertanya kepada TKW asal Filipina yang jumlahnya juga sangat banyak, dengan basis utama di daerah Central, terutama jl. Padder. Cara demikian yang saya gunakan saat melakukan wisata Hongkong 5 tahun lalu dan saya mendapatkan penginapannya di daerah Causeway Bay. Namun harganya ga murah-murah amat, berkisar antara $250-400.

Tempat Wisata Hongkong
Tung Chung Cable Car menuju Ngong Ping Village 360. Pengalaman spektakular yang tidak akan terlupakan. Cable car melintasi bukit demi bukit dan menyeberangi lautan luas. total perjalanan lebih dari 30 menit. - Foto Jalan Jalan Ke HongKong

 

Rekomendasi Makanan di Hong Kong

Makanan khas Hong Kong yang wajib dicoba adalah aneka Dim Sum, Wonton noodle (mie pangsit), dan seafood khususnya kepiting jumbo. Namun bagi rekan-rekan yang Muslim, harus hati-hati karena sebagian besar menggunakan bb atau paling tidak minyaknya. Paling aman tentunya menyantap makanan Timur Tengah dan India yang mudah dijumpai di daerah Tsim Tsa Tsui. Harga makanan d Hong Kong jika tidak pintar-pintar memilih akan membuat duit cepat ludes, karena harga rata-rata makanan (nasi, mie) $45-70 dan air mineral 600 cc saja $6-9.

Setelah berapa hari wisata Hongkong, saya baru melihat perbedaan mencolok bahwa harga makanan dan minuman di daerah pusat Kowloon (Tsim Sha Tsui, Jordan, Mong Kok) memang sangat mahal, bahkan di street marketnya. Harga makanan termurah di daerah wisata menurut saya adalah di daerah Wan Chai. Kedai makanan dan street market disini sangat banyak dengan harga yang jauh lebih murah yaitu $28-40 (wonton noodle termurah yang pernah saya coba seharga $28 di daerah ini) dengan air mineral saja hanya $3-5.

Jadi setiap jam makan siang dan malam saya selalu menuju Wan Chai atau Causeway Bay, menghindari Tsim Sha Tsui. Ohya, jika tidak sedang lapar-lapar amat, Anda bisa pesan 1 menu nasi untuk berdua karena porsi nasi disini (misalnya nasi goreng) cukup banyak. Jadi buat irit kan?! Untuk menghindari kendala Bahasa, saya lebih memilik restoran yang memajang gambar makanan di buku menu/ dinding restoran beserta harga yang tertera. Jadi tinggal tunjuk deh dan bayar sesuai harga yang tertera deh.

wisata hongkong
Salah satu toko dari deretan toko eksotis nan cantik di Ngong Ping Village. Kebanyakan menjual makanan, suvenir, dan teh buatan rumahan yang berkualitas tinggi dari penduduk lokal. - Foto Jalan Jalan Ke HongKong

 

Membeli cinderamata Wisata Hongkong

Terdapat beberapa tempat umum (street market) untuk membeli cinderamata dengan harga murah saat wisata hongkong, yaitu:

  • Ladies Market (Mong Kok): paling terkenal dan ramai. Berupa kumpulan pedagang kaki lima yang berderetan panjang (hingga 4 blok) di sepanjang Jl.Tung Choi. Secara resmi, Ladies Market bukanya mulai pk.16.00 s/d tengah malam, namun sebagian penjual sudah menjajakan dagangan mulai tengah hari (pagi hari jalanan ini adalah jalan umum yang dilalui mobil). Sebaiknya jika kesini sebelum pk.22.00 karena diatas jam tersebut sejumlah gerai sudah mulai tutup. Pasar ini memang sangat lengkap dalam menjual suvenir khas Hong Kong dengan harga cukup murah, jadi pasti Anda akan puas berdesak-desakan di jalanan sempit tersebut. Sebagian penjual bukanlah penduduk asli Hong Kong melainkan kebanyakan dari Tiongkok daratan dan beberapa dari IndoCina(Thailand, Vietnam dll) dan Filipina. Namun rata-rata bisa berbahasa Inggris yang sepatah-patah dengan kalkulator di tangan untuk menghindari kesulitan tawar-menawar. Disini Anda wajib menawar dengan pede-nya, minimal 30% dari harga awal, kalau perlu setengah harganya. Namun repotnya, para pedagang ini banyak yang tidak marah dan bisa segera naik darah kalau ditawar berlebihan. Jadi ya pede aja kalau diomelin dan diusir, cari toko lain saja karena rata-rata dagangannya serupa haha…Walaupun barang yang dijual agak seragam, terdapat variasi sedikit dari ujung ke ujung. Harga barang akan semakin lebih murah dijual di daerah ujung jalan Ladies Market yang menjauhi jalan utama (Jl.Nathan). Sebagai contoh, di gerbang depan Ladies market sisi jl.Nathan harga kaos yang dijual $100/ 6 kaos, di gerbang belakang harganya $100/7 kaos. Lumayan kan?!
  • Temple Street (Jordan): Mirip dengan Ladies Market, dan dekat juga karena beda 1 stasiun MTR. Barang yang dijual lebih banyak barang kuno walaupun banyak suvenir juga walau tidak selengkap di Ladies Market. Namun harga suvenir disini lebih murah dari di Ladies Market. Sebagai contoh, disini harga kaos $100/8 kaos. Dan juga pembelinya tidak terlampau ramai seperti disana, sehingga tidak perlu terlampau berdesakan.
  • Tai Yuen street (Wan Chai): Banyak yang tidak tahu tentang street market satu ini karena hanya popular di kalangan warga lokal. Awalnya tempat ini adalah sentra mainan anak-anak di Hong Kong, dan memang sampai sekarang masih banyak dijumpai toko mainan disini. Namun di sini juga banyak dijual barang-barang keperluan sehari-hari termasuk baju-baju dari Tiongkok yang harganya lebih murah dari Mangga Dua malah. Selain itu terdapat beberapa toko suvenir Hong Kong seperti topi, gantungan kunci, magnet kulkas, pajangan, baju, dll. Tidak banyak tokonya memang, tapi harganya menurut saya termurah dibandingkan dengan Temple St maupun Ladies Market. Tidak heran saya borong banyak oleh-oleh disini kemarin hehe…

Tentunya bagi Anda yang modis dan berduit lebih, tidak salahnya menyerbu deretan shopping avenue di sekitar Tism Sha Tsui, Central (terutama Padder St), Causeway Bay, CityLink di Pulau Lantau, terutama toko Giordano dan Bossini yang doyan sekali SALE dengan harga jauh lebih murah dari gerainya di mal-mal di Indonesia.

wisata hong kong
Tian Tan Buddha (The Big Buddha Statue) di ujung Ngong Ping Village. Sayang saya ke malaman saat tiba disini, sehingga tidak bisa naik ke dalamnya. Sekitarnya rimbun taman dan bunga-bunga yang indah. - Foto Jalan Jalan Ke HongKong

 

Rekomendasi Destinasi Wisata HongKong

Ada banyak sekali tempat wisata yang wajib dikunjungi, minimal 3 hari full baru puas menikmati Hong Kong. Berikut list nya, namun tentunya ada lagi yang diluar yang saya tau dan saya singgahi ini;

Di Distrik Kowloon Peninsula

  • Tsim Sha Tsui Promenade dan public square-nya; menyusuri Victoria Harbour dengan pemandangan ikonik penuh gedung pencakar langit di seberang pulau Island (dengan permainan cahaya yang spektakular di kala malam), yaitu Hong Kong Island, termasuk Hong Kong Convention and Exhibition Center (HKCEC) dengan bentuk bangunannya yang khas. Setiap pk.20.00 area ini akan ramai dikunjungi pelancong karena akan ada pertunjukan laser spektakular selama 10 menit, dan gratis, yaitu Symphony of Lights. Daerah ini merupakan salah satu pusat perayaan pergantian tahun di Hong Kong.
  • Avenue of Stars; ini lokasi favorit saya saat berkunjung 5 tahun lalu. Persis di samping Tsim Sha Tsui Promenade. Lokasi ini selain dengan pemandangan tepi Victoria Harbour yang indah, juga dilengkapi dengan ubin lantainya yang berupa telapak tangan para artis legendaris Asia khususnya Hong Kong, seperti Jackie Chan, Michelle Yeoh dan Jet Lie. Menyerupai ide Walk of Fame-nya Hollywood. Sayangnya lokasi ini sedang ditutup karena renovasi hingga dibuka lagi saat menjelang malam tahun baru katanya.
  • Clock Tower: bangunan Menara jam di tepi laut, tinggal menyusuri ke arah barat dari Tsim Sha Tsui Promenade.
  • Berbagai museum di sekitar Tsim Sha Tsui: Hong Kong Cultural Center dan Hong Kong Museum of Arts, dan Hong Kong Heritage and Discovery Center
  • 1881 Heritage (Tsim Sha Tsui): bangunan bekas benteng kolonial yang masih terpelihara dengan baik sampai dengan Meriam-meriam diatas bukitnya, dan sekarang telah disulap menjadi restoran dan mal papan atas yang anggun.
  • Kowloon Park (Jl. Nathan)
  • Starferry Harbour: Dapat untuk menyeberang ke Hong Kong Island dengan menggunakan kapal feri atau untuk mencoba HK traditional junkboat (kapal layar kayu dengan layar merah marun khas Hong Kong).
  • Sky100 Hong Kong Observation Deck (MTR Kowloon): Gedung pencakar langit yang khusus menyediakan lokasi puncaknya bagi turis untuk birdeyes ke segala penjuru Hong Kong. Posisi ini seakan berada berseberangan dengan birdeyes dari The Peak dari sisi Hong Kong Island (pulau di seberangnya).
  • Ladies Market (MTR Mongkok)
  • Temple Street (MTR Jordan)
wisata hongkong
Mejeng bentar di tengah himpitan mal-mal di Causeway Bay dan lautan manusia yang berjalan serba cepat. Causeway bay adalah daerah nan sibuk dari pagi hingga tengah malam, karena ada banyak mal, shopping avenue, toko pinggir jalan, street market, dan penginapan/ rumah susun penduduk. - Foto Jalan Jalan Ke HongKong

 

Di Distrik Hong Kong Island

  • Hong Kong Convention and Exhibition Center (HKCEC), Monumen reunifikasi (Hong Kong ke Tiongkok), dan Golden Bauhinia Square (monumen ikonik Hong Kong yang berwarna emas menandai serah terima Hongkong dari pemerintahan Inggris ke Tiongkok pada tahun 1997).
  • Lan Kwai Fong St. (MTR Central); pusat festival jalanan dan hang-out di malam hari. Terdapat banyak kafe dan bar yang dipenuhi expatriat
  • Soho: daerah bar-lounge-kafe-fine dining papan atas dengan nuansa multikultural dan eksotik. Terkenal juga dengan rangkaian eskalatornya dan tangga nya yang mungkin terpanjang di dunia.
  • The Peak atau Victoria Peak: tentunya tujuan wisata nomer 1 saat malam di kala berkunjung ke Hong Kong. Terkenal dengan birdeyes nya dari puncak bukit di Hong Kong Island. Pemandangan yang sangat ikonik Hong Kong, yaitu ratusan gedung pencakar langit yang dibangun di lereng curam dan dipercantik dengan pemandangan lautan lepas Victoria Harbour. Cara terbaik mencapai the Peak adalah dengan menggunakan The Peak Tram yang beroperasi dari jam 7.00 s/d 24.00 dan berangkat per 10-15 menit. Stasiun the Peak berada di daerah Central. Namun harap maklum jika Anda harus antri hingga mencapai 1-2 jam untuk naik tram tersebut karena selalu ramai. Harga tiketnya bervariasi dari bolak-balik ($40) atau sekali jalan ($28) langsung menuju the Peak (hanya <15 menit), atau yang mengelilingi panoramik Hong Kong (Peak Tram Sky Pass) dengan harga $83 (bolak-balik) dan $71 (sekali jalan). Jalan jalan ke hongkong tanpa tour dengan tram menyisiri lereng curam ini sangat spektakular dan tidak akan terlupakan sehingga wajib dicoba.

    Jika mau irit, maka cara lain mencapai the Peak adalah dengan menggunakan bus 15 berangkat dari Central Ferry Piers lintasan 5 dan 6 dengan tariff $9.8, seperti yang saya lakukan saat kedua kalinya ke the Peak. Namun harus sabar menunggu, karena lumayan lama menunggu bus tersebut. Perjalanannya juga cukup jauh, sekitar 30 menit.

  • Madame Tussauds: museum lilin yang tersohor karena memuat banyak toko dunia dari presdien Barack Obama sampai Bruce Lee dan The Beatles. Lokasi museum ini juga di The Peak. Terbaik ke sini apabila bersama teman, sehingga bisa saling foto-foto-in deh. Maklum harga tiket sangat mahal, sayang dilewatkan tanpa foto-foto narsis. Madame Tussauds di Hong Kong merupakan cabang pertama museum lilin tersebut di Asia.
  • Museum Trick Eye: gambar-gambar latar 3 dimensi yang tampak sangat menarik di dalam foto karena terkesan real. Lokasi juga berada di kompleks The Peak.
  • Repulse Bay: Pantai reklamasi yang nan bersih di selatan Hong Kong. Tidak banyak yang bisa dilakukan sih disini, hanya tenang dan bagus saja pemandangannya.
  • Stanley Market: Pusat street market yang menjual barang suvenir maupun kerajinan tangan dengan harga cukup murah. Lokasi tidak jauh dari Repulse bay, dapat dicapai dengan bus yang searah balik ke pusat kota. Namun lokasi ini cukup jauh dari pusat kota, sehingga kurang popular.
  • Ocean Park: Taman tematik yang terkenal dengan berbagai show binatang-nya, terutama lumba-lumba. Cocok untuk liburan dengan anak-anak.
  • Jumbo Seafood Restaurant yang legendaris karena berupa restoran apung layaknya kapal mewah. Sensasi jamuan makan mewah ala Hong Kong. Tidak rekomen bagi para backpacker karena langsung ludes isi dompet hehe.
  • Red distric saat malam: daerah Wan Chai yaitu jl.Lockhart dan Jl.Jaffe. Banyak terdapat bar, streptease club, spa plus-plus.

Lantau Island

  • Disneyland: Wisata Hongkong yang satu ini terletak di pulau Lantau. Dapat dicapai dengan Tung Chung Line (kuning) yang serah dengan menuju Bandara maupun Cable Car Center menuju Ngong Ping Village

  • Tung Chung Cable Car Point (Pulau Lantau): Berlokasi di dekat MTR Tung Chung dan City Gate Mal. Bagi saya ini adalah hal terbaik yang saya coba selama wisata Hongkong. Cable car ini akan membawa kita menuju Ngong Ping Village 360 di ujung selatan pulau Lantau, melalui lintasan gantung yang spektakular karena sangat tinggi, melintasi banyak bukit dan tebing, dan laut. Luar biasa!! Lama perjalanan sangat memuaskan yaitu sekitar 30-45 menit. Harga tiket bervariasi: cable car biasa dengan harga $115 (sekali jalan) dan $165 (bolak balik), cable car dengan lantai kaca seharga $255 (bolak balik) dan $180 (sekali jalan). Mahal memang, tapi benar-benar memuaskan. Perlu dicatat bahwa cable car hanya buka hingga pk.19.00, jadi sebaiknya kemari dari siang hari. Cara lain agar lebih irit atau jika kemalaman saat pulang dari Ngong Ping Village adalah menggunakan bus. Saya saat pulangnya juga menggunakan bus karena kemalaman. Tarifnya hanya sekitar $11 (maaf lupa). Tapi sayangnya jumlah bus nya tidak banyak, sehingga antrian panjang, dan bus terakhir hanya pk.21.00.

  • Ngong Ping Village 360 dan Tian Tan Buddha (Big Buddha Statue): Destinasi wisata hongkong yang satu ini adalah sebuah Desa nelayan yang disulap menjadi pusat turis yang eksotis dengan berbagai arsitektur indah dan toko-toko yang menjual barang serta makanan buatan rumahan. Terdapat patung Buddha raksasa yang merupakan salah satu terbesar di dunia.

wisata hongkong
Kamar nan sempit Crystal Hotel di Chungking Mansion, Tsim Sha Tsui. Sangat berbeda dengan fotonya di aplikasi travel. Jadi jangan percaya dengan foto-foto di aplikasi travel itu ya. Rata-rata bentukan hotel di Chungking Mansion seperti ini semua, baik untuk single maupun double. Luas kamar dan ranjang sama, makanya hanya beda sedikit untuk double (mungkin hanya untuk ongkos mandi dll). - Foto Jalan Jalan Ke HongKong

 

Demikian catatan jalan jalan ke hongkong tanpa tour. Bagi Anda yang akan melakukan Jalan Jalan Ke HongKong , kami mengucapkan Selamat menikmati wisata HongKong. Semoga bermanfaat. (LPS)


Sumber:
Artikel Jalan Jalan Ke HongKong ini Dibuat oleh Leonardo Paskah Suciadi melalui Grup Facebook Backpacker Dunia pada Tanggal 2 Desember 2015


Dokumentasi Photo Jalan Jalan Ke HongKong oleh Leonardo Paskah Suciadi

Baca Juga: Itinerary Hongkong Shenzhen Macau Pertama Kali