Perjalanan Jogja - Lombok - Flores, mahal kah? - http://majalahpagi.com
Pembuatan visa china ternyata gampang banget dan cepat prosesnya cuma 3 hari dari tanggal submit
January 25, 2016
Referensi Restoran Halal di Jepang
January 27, 2016

Perjalanan Jogja – Lombok – Flores, mahal kah?

Transportasi dari Jogja – Lombok – Labuhan Bajo – NTT – Desa Wae Rebo ternyata hanya Rp. 666.500, tidak semahal yang dibayangkan karena jaraknya yang jauh dan susahnya alat transportasi untuk menuju ke sana. Mari, kita ikuti jalur trip -nya …

  1. Jogja . start sta. Lempuyangan . 07.10 wib. kereta sri tanjung Rp. 100.000
  2. Sampai sta. banyuwangi baru 21.15 wib . jalan sedikit . sampai pelabuhan Ketapang . nyebrang . Rp. 7.500 ,-
  3. Sampai pelabuhan Gilimanuk . jalan dikit ke terminal-nya . naik bus metro “Bahagia” . jam 01.30 wib . ke pelabuhan Padang Bai . Rp. 50.000,-
  4. Sampai Labuhan Padang Bai , pagi . jalan dikit . bayar tiket ferry . Rp. 44.000,- nyebrang ke labuhan Lembar, Lombok ..
  5. Horeeeee .. sampai pulau LOMBOK , NTB . (cuma habis Rp. 206.500,- perak) .
  6. Dari Labuhan Lembar , bisa mampir ke terminal atau nego bus dari kapal . saya dapat bus “Rasa Sayang” jurusan JKRT – BIMA . dari lembar ke Bima kena Rp. 220.000 ,-
  7. Sampai kota Bima, NTB . tengah Malam . lanjut naik Metro bus Rp. 30.000,- ke Labuhan SAPE .
  8. Dari Labuhan SAPE , turun , lanjut naik Ferry ke Labuhan BAJO , NTT . Rp. 60.000,-
  9. Horeeeeeeee .. … sampai pulau FLORES . NTT . (cuma habis Rp. 516.500,- dari JOGJA sampai labuhan BAJO, flores) .
  10. Dari labuhan BAJO , lanjut ke kota Ruteng, tapi kita rencana turun di Pella .. naik APV . kena Rp. 100.000,-
  11. Sampai Pella , turun , lanjut perjalanan naik OTOCOLT . menuju desa DENGE . Rp. 50.000,-
  12. Istirahat di desa Denge. siap2 tracking ke desa WAE REBO ..

horeeeeeee .. Jogja – Lombok – Labuhan Bajo – NTT – Desa Wae Rebo ,, only Rp. 666.500,- YEAAAAAAAAAAAHHHHHHHH . . . . . . . . ! ! !

Baca Juga  Taman Nasional Kelimutu - Panorama Tiga Danau Kawah Yang Indah

Sumber:
Dibuat oleh Bang Pedro Indriyanto melalui Grup Facebook Backpacker’s Indonesia (BPI) pada Tanggal 4 Juni 2015

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *